Portal Berita Nasional SERGAP BUSER POS.COM Beserta Seluruh KRU Mengucapkan Selamat Dirgahayu Kemerdekaan 17 Agustus 1945-2020 "MAJU INDONESIA"
Published On: Sen, Apr 16th, 2018

Resah, Lurah Lubuk Tanjung Panggil dan Dengarkan Keluhan Warga

LUBUKLINGGAU, SBP.com – Terkait usaha penampungan kandang ayam kingkong (ayam potong), ayam pramuka yang berdiri dilokasi pemukiman dan meresahkan warga di RT. 01, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kota Lubuklinggau, besok sekitar Pukul 14.00 WIB warga sekitarnya agar dipanggil guna membahas permasalahan dilingkungan tersebut. Demikian dikatakan Lurah Lubuk Tanjung, Lis Kepada Media ini, Senin (16/04/2018).

Dikatakannya, pihaknya telah menerima surat pernyataan warga dan akan mendegarkan langsung yang menjadi keluhan, keinginan dan untuk sementara belum memanggil pihak pengusaha kandang ayam.

Dijelaskan Lis, bahwa kandang ayam yang berdiri dekat Poskeslur di Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan sudan mengantongi izin dari Lingkungan Hidup, Dinas Perizinan, namun demikian tetap kita akan memamnggil dan mendengarkan keluhan warga setempat.

“untuk awal baru kita undang warga dan pihak instansi terkait belum di undang semua termasuk pemilik usaha kandang ayam, kami khawatirnya dikaitkan ke politik,”ujar Lis.

Diketahui, puluhan warga RT.01 menandatangani
surat pernyataan diatas materai enam ribu rupiah mendesak agar kandang ayam milik Eva dibongkar, dikarenakan sejak berdirinya kandang ayam banyak berterbangan lalat dirumah warga.

Dalam surat pernyataan warga tersebut limbah kandang ayam mencemari lingkungan apalagi dikala musim hujan apalagi kandang ayam berdiri dekat Poskeslur yang menganggu aktivitas.

Pihak warga mendesak Pemkot Lubuklinggau melalui Instansi terkait agar segera menindaklanjutinya untuk segera menutup usaha tersebut.

“Kandang ayam sudah berdiri selama tiga tahun, kami sudah tidak tahan lagi karena banyak lalat, pembuangan limbah tidak ada, kalau hujan limbahnya langsung mencemari lingkungan dan sangat berbau menyengat ditambah pada tengah malam bisingnya suara ayam, lalu mesin hidup membuat tidak nyaman,”ungkap salah satu warga Herman Tose.

Harapan kami warga dipindahkan dan ditutup, bilamana tidak ditutup kemungkinan kami akan demo, karena sudah tidak tahan lagi dengan kondisi lingkungan yang tidak nyaman, kami juga khawatir akan menimbulkan dampak penyakit,”tegasnya. (Red)

Tentang Kami

- Portal Berita Nasional www.sergapbuserpos.com Untuk saat ini kami baru menerbitkan media online SERGAP BUSER POS.com yang di Terbitkan oleh : - - - PT. TRISULA INTER MEDIA - - - Hati-Hati Untuk Para Plagiat...!!! Aturan Hukum Plagiarisme di Indonesia, Penjiplak Bisa Digugat ! Sudah Diatur Dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014. "Dalam Undang-Undang Hak Cipta, plagiarisme ini dijabarkan lagi dalam beberapa istilah seperti mengumumkan, mempublikasikan, atau menjual hasil karya orang lain tanpa seizin dari pemilik karya tersebut, Secara hukum, jika terbukti sebuah karya adalah karya plagiat, bisa dilakukan penuntutan karena termasuk dalam tindakan pidana"

Komentar Anda Dibawah

Kirim Pesan Anda : :

KESEMPATAN.....SERGAP BUSER POS.COM Bagi Pemuda-Pemudi Suka Tantangan Kami Perusahaan Media Massa Membuka Peluang Karier Wartawan/Jurnalis/Biro Untuk Ditempatkan di Seluruh Daerah Indonesia Silakan Hubungi 0811 78 000 57

GRATIS BERLANGGANAN, KLIK


Kesempatan KARIER Wartawan/Jurnalis/Biro untuk Ditempatkan di Seluruh Daerah Indonesia


Media Massa Online

SERGAP BUSER POS.COM

Untuk Lebih Jelas Silakan Hubungi

REDAKSI 0811 78 000 57


WASPADA!!! : Wartawan/Reporter SERGAP BUSER POS.com Selalu Dibekali Press Card (Kartu Pers) dan Perlu Diperhatikan Namanya Tercantum di BOX REDAKSI. Apabila Mengaku-ngaku Sebagai Wartawan SERGAP BUSER POS.com dan Namanya Tidak TERCANTUM Serta Menyalahgunakan Demi Keuntungannya Silahkan Menghubungi REDAKSI via Hp : 0852 7998 6145 atau LAPORKAN ke Pihak BERWAJIB Kami Siap Mendukung. Bila Perlu Minta Yang Bersangkutan Membuka BOX REDAKSI SERGAP BUSER POS.com dan Menunjukan Namanya Tercantum. Terima Kasih Atas Perhatian dan Kerjasamanya